Sejarah Singkat Kalurahan Donomulyo
Donomulyo (bahasa Jawa: Danamulya) merupakan sebuah kalurahan yang berada di wilayah Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalurahan ini memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan proses penataan pemerintahan desa pada masa awal berdirinya Daerah Istimewa Yogyakarta.
Terbentuknya Kalurahan Donomulyo didasarkan pada Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 1946 tentang Penggabungan Kelurahan. Melalui kebijakan tersebut, beberapa kelurahan yang berada di wilayah ini digabungkan menjadi satu kesatuan pemerintahan yang otonom dengan nama Kelurahan Donomulyo. Sebagai lurah pertama, masyarakat mempercayakan kepemimpinan kepada R. Sastro Sencoko untuk memimpin dan mengelola pemerintahan kelurahan yang baru terbentuk.
Nama Kelurahan Donomulyo kemudian ditetapkan secara resmi melalui Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-daerah Kelurahan. Penetapan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan wilayah Donomulyo hingga saat ini.
Secara historis, Kalurahan Donomulyo merupakan hasil penggabungan dari dua kelurahan, yaitu Kelurahan Penjalin dan Kelurahan Kaliandong. Kelurahan Penjalin pada saat itu dipimpin oleh Raden Padmo Sukarto yang menjabat pada periode 1947–1959, sedangkan Kelurahan Kaliandong dipimpin oleh Amat Ismangun pada periode yang sama. Penggabungan kedua wilayah tersebut menjadi fondasi terbentuknya pemerintahan Kalurahan Donomulyo yang lebih kuat dan terintegrasi.
Seiring perjalanan waktu, Kalurahan Donomulyo terus berkembang di bawah kepemimpinan para lurah yang secara bergantian mengemban amanah masyarakat. Setiap periode kepemimpinan memberikan kontribusi penting dalam pembangunan pemerintahan, infrastruktur, pelayanan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga.
Kalurahan Donomulyo telah melewati beberapa masa kepemimpinan lurah/kepala desa secara berurutan sebagai berikut:
| No. | Nama | Masa Jabatan |
| 1 | Padmo Sukarto (Kel. Penjalin) | 1947 s/d 1959 |
| 1 | Amat Ismangun (Kel. Kaliandong) | 1947 s/d 1959 |
| 2 | R. Sastro Sancoko | 1959 s/d 1989 |
| 3 | R. Suprapto | 1990 s/d 1998 |
| 4 | R. Suprapto | 1998 s/d 2008 |
| 5 | Slamet, ST | 2008 s/d 2014 |
| 6 | Slamet, ST | 2015 s/d 2018 |
| 7 | Sukijan | 2018 s/d 2021 |
| 8 | Sukijan | 2021 s/d sekarang |